Selasa, 11 Januari 2022

Uji Hipotesis

 Nama :Bayu cahyadi

Kelas  :TK 19 A

Npm :19316085


Uji Hipotesa


adalah proses yang menggunakan sampel statistik untuk menguji klaim tentang nilai dari parameter populasi. Para peneliti di bidang-bidang seperti kedokteran, psikologi, dan bisnis mengandalkan hipotesis pengujian untuk membuat keputusan berdasarkan informasi tentang obat-obatan baru, perawatan, dan pemasaran strategi.


Pernyataan tentang parameter populasi disebut hipotesis statistik. Untuk menguji parameter populasi, Anda harus hati-hati menyatakan sepasang hipotesis—yang mewakili klaim dan yang lainnya, pelengkapnya. Ketika salah satu hipotesis ini salah, yang lain harus benar. Salah satu hipotesis — nol hipotesis atau hipotesis alternatif — dapat mewakili klaim asli. Istilah hipotesis nol diperkenalkan oleh Ronald Fisher. Jika pernyataan dalam hipotesis nol tidak benar, maka hipotesis alternatif harus benar.


Menulis Hipotesa


1. Tulis hipotesis nol dan alternatif, terjemahkan klaim yang dibuat tentang populasi parameter dari pernyataan verbal ke pernyataan matematis. Kemudian, tulis melengkapi. 


2. Misalnya, jika nilai klaim adalah dan parameter populasi adalah , maka beberapa kemungkinan pasangan hipotesis nol dan alternatif adalah: 

3. Terlepas dari mana dari tiga pasang hipotesis yang kami gunakan, kami selalu berasumsi dan memeriksa distribusi sampling atas dasar asumsi ini. 

4. Dalam distribusi sampling ini, kita akan menentukan apakah suatu statistik sampel tidak biasa. 

5. Tabel menunjukkan hubungan antara kemungkinan pernyataan verbal tentang parameter μ dan hipotesis nol dan alternatif yang sesuai.

contoh : 

Pertanyaan 1 

Sebuah sekolah mengumumkan bahwa proporsi siswa yang terlibat dalam setidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler adalah 61%.

Solusi : 

1. Klaim bisa ditulis dengan μ = >18

2. Komplementnya adalah μ ≽15

3. Karena  μ ≽15 mengandung statement of equality, membuatnya menjadi hipotesa kosong

4. Dalam Kasus ini. hipotesa alternatif mewakili claim. 

 

Tipe dari Error

1. A type 1 Error muncul jika hipotesa kosong di tolak ketika itu benar. dalam arti gagal diterima.

2. A type 2 Error muncul jika hipotesa kosong tidak ditolak ketika itu salah. dalam arti gagal ditolak.

 

Penolakan Regional dan Nilai Kritis


Metode lain untuk memutuskan apakah akan menolak hipotesis nol adalah dengan menentukan apakah statistik uji standar berada dalam kisaran nilai yang disebut daerah penolakan distribusi sampel. 

Daerah penolakan (atau daerah kritis) dari distribusi sampling adalah kisaran nilai untuk dimana hipotesis nol tidak mungkin terjadi. Jika statistik uji standar jatuh di wilayah ini, maka hipotesis nol ditolak. Nilai kritis Z0 memisahkan wilayah penolakan dari wilayah non-penolakan.

Cara Menemukan Nilai Kritis di dalam Distribusi Standar Normal

1. Tentukan tingkat signifikansinya ᶐ

2. Tentukan apakah pengujiannya berekor kiri, berekor kanan, atau berekor dua.

3. Temukan nilai kritis . Bila uji hipotesisnya adalah: 

berekor kiri, temukan z-skor yang sesuai dengan luas area ᶐ. 

berekor kanan, temukan z-skor yang sesuai dengan luas area 1- ᶐ . 

dua sisi ekor, temukan z-skor yang sesuai dengan 1/2 ᶐ dan 1- 1/2ᶐ

4. Buat sketsa distribusi normal standar. Gambar garis vertikal di setiap titik kritis nilai dan menaungi daerah penolakan.






Confidence Intervals for Population Proportions dan Confidence Interval for Variance and Standard Deviation

 Nama:Bayu cahyadi

Kelas:TK 19 A

Npm :19316085

Confidence Intervals for Population Proportions 


Kerangka Keseluruhan

Kita mulai dengan melihat gambaran besarnya sebelum kita membahas secara spesifik. Jenis interval kepercayaan yang akan kita pertimbangkan adalah dari bentuk berikut:


Perkiraan +/- Margin of Error


Artinya ada dua angka yang perlu kita tentukan. Nilai ini merupakan perkiraan untuk parameter yang diinginkan, beserta margin kesalahannya.




Sampel dan Proporsi Populasi

Kami mulai dengan perkiraan proporsi populasi kami. Sama seperti kita menggunakan mean sampel untuk memperkirakan mean populasi, kita menggunakan proporsi sampel untuk memperkirakan proporsi populasi. Proporsi populasi adalah parameter yang tidak diketahui. Proporsi sampel adalah statistik. Statistik ini ditemukan dengan menghitung jumlah keberhasilan dalam sampel kami dan kemudian membaginya dengan jumlah total individu dalam sampel.


Proporsi populasi dilambangkan dengan p dan cukup jelas. Notasi untuk proporsi sampel sedikit lebih terlibat. Kami menunjukkan proporsi sampel sebagai p̂, dan kami membaca simbol ini sebagai "p-hat" karena terlihat seperti huruf p dengan topi di atasnya.


 Confidence Interval for Variance and Standard Deviation


Varians populasi memberikan indikasi bagaimana menyebarkan suatu kumpulan data. Sayangnya, biasanya tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti apa parameter populasi ini.


Kami mulai dengan kumpulan data dengan 10 nilai. Kumpulan nilai data ini diperoleh dengan sampel acak sederhana:


97, 75, 124, 106, 120, 131, 94, 97,96, 102 


Beberapa analisis data eksplorasi diperlukan untuk menunjukkan bahwa tidak ada pencilan. Dengan membuat plot batang dan daun, kami melihat bahwa data ini kemungkinan besar berasal dari distribusi yang kira-kira terdistribusi normal. Ini berarti bahwa kita dapat melanjutkan dengan menemukan interval kepercayaan 95% untuk varians populasi

Confidence Interval | Standard Deviation Diketahui dan Tidak Diketahui

 Nama:Bayu cahyadi

Kelas:TK 19 A

Npm:19316085


Confidence Interval for the Mean dengan nilai Standard Deviation diketahui


Estimasi titik adalah estimasi nilai tunggal untuk parameter populasi.

Estimasi titik yang paling tidak bias dari rata-rata populasi adalah rata-rata sampel

Validitas metode estimasi meningkat ketika Anda menggunakan statistik sampel yang tidak bias dan memiliki variabilitas rendah.

Statistik sampel tidak bias jika tidak melebih-lebihkan atau meremehkan parameter populas

 


The level of confidence


The level of confidence adalah probabilitas bahwa estimasi interval berisi parameter populasi, dengan asumsi bahwa proses estimasi diulang beberapa kali. Kita tahu dari Teorema Limit Pusat bahwa ketika n > 30 distribusi sampling rata-rata sampel adalah distribusi normal. Tingkat kepercayaan Nilai kritis adalah nilai yang memisahkan statistik sampel yang mungkin dari statistik sampel yang tidak mungkin, atau tidak biasa. Kita dapat melihat dari gambar yang ditunjukkan di bawah ini bahwa -zc = zc.


  Confidence Interval for the Mean dengan nilai Standard Deviation tidak Diketahui





P11 Probalitas pada Distribusi Normal

 Nama:Bayu cahyadi

Kelas:TK 19 A

Npm :19316085


Variabel random atau dikenal juga dengan peubah acak merupakan suatu fungsi yang memetakan setiap anggota ruang sampel ke bilangan riil. Variabel random dinotasikan dengan huruf kapital, contoh X, Y, atau Z. Nilai yang mungkin dari variabel random dinotasikan dengan huruf kecil, contoh x, y, atau z.


Misalkan dalam eksperimen pelemparan koin sebanyak tiga kali, hasil eksperimen adalah munculnya sisi angka (A) atau sisi gambar (G), sehingga didapatkan ruang sampel


S={AAA, AAG, AGA, GAA, AAG, GAG, AGG, GGG}


Jika didefinisikan variabel random X yang menyatakan banyaknya sisi G yang muncul, maka nilai x yang mungkin adalah 0, 1, 2, dan 3.


Variabel random dikelompokkan menjadi dua, yaitu :


Variabel random diskrit, yaitu variabel random yang didefinisikan pada ruang sampel diskrit yang hanya dapat menjalani harga-harga yang berbeda yang berhingga banyaknya (sama banyaknya dengan bilangan bulat)

Variabel random kontinu, yaitu variabel random yang didefinisikan pada ruang sampel kontinu yang dapat menjalani setiap harga dalam suatu interval (tak berhingga banyaknya)

Model matematika yang menghubungkan setiap nilai variabel random dengan peluang terjadi dalam ruang sampelnya disebut distribusi probabilitas.








Probalitas pada Distribusi Normal

Nama :Bayu cahyadi

Kelas:TK 19 A

Npm :19316085


Distribusi Normal



A. Pengertian Distribusi Normal

Salah satu distribusi frekuensi yang paling penting dalam statistika adalah distribusi normal. Distribusi normal berupa kurva berbentuk lonceng setangkup yang melebar tak berhingga pada kedua arah positif dan negatifnya. Penggunaanya sama dengan penggunaan kurva distribusi lainnya. Frekuensi relatif suatu variabel yang mengambil nilai antara dua titik pada sumbu datar. Tidak semua distribusi berbentuk lonceng setangkup merupakan distribusi normal.

Pada tahun 1733 DeMoivre menemukan persamaan matematika kurva normal yang menjadi dasar banyak teori statistika induktif. Distribusi normal sering pula disebut Distribusi Gauss untuk menghormati Gauss (1777 – 1855), yang juga menemukan persamaannya waktu meneliti galat dalam pengukuran yang berulang-ulang mengenai bahan yang sama.

Distribusi normal, sering disebut puladistribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai analisisstatistika. Distribusi normal bakuadalah distribusi normal yang memilikirata-rata nol dan simpangan baku satu. Distribusi ini juga dijuluki kurva lonceng(bell curve) karena grafik fungsi kepekatan probabilitasnya mirip dengan bentuk lonceng.

Distribusi normal memodelkan fenomena kuantitatif pada ilmu alammaupun ilmu sosial. Beragam skor pengujian psikologi dan fenomenafisika seperti jumlah foton dapat dihitung melalui pendekatan dengan mengikuti distribusi normal. Distribusi normal banyak digunakan dalam berbagai bidang statistika, misalnyadistribusi sampling rata-rata akan mendekati normal, meski distribusi populasi yang diambil tidak berdistribusi normal. Distribusi normal juga banyak digunakan dalam berbagai distribusi dalam statistika, dan kebanyakan pengujian hipotesismengasumsikan normalitas suatu data.



B. Sejarah Distribusi Normal


Distribusi normal pertama kali diperkenalkan oleh Abraham de Moivre dalamartikelnya pada tahun 1733 sebagai pendekatan distribusi binomial untuk n besar. Karyatersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Pierre Simon de Laplace, dan dikenal sebagaiteorema Moivre-Laplace. Laplace menggunakan distribusi normal untuk analisis galat suatueksperimen. Metode kuadrat terkecil diperkenalkan oleh Legendre pada tahun 1805.Sementara itu Gauss mengklaim telah menggunakan metode tersebut sejak tahun 1794dengan mengasumsikan galatnya memiliki distribusi normal.

 Istilah kurva loncengdiperkenalkan oleh Jouffret pada tahun 1872 untuk distribusi normal bivariat. Sementara ituistilah distribusi normal secara terpisah diperkenalkan oleh Charles S. Peirce, Francis Galton,dan Wilhelm Lexis sekitar tahun 1875. Terminologi ini secara tidak sengaja memiliki namasama.


C. Ciri Ciri Distribusi Normal


1.    Memiliki parameter µ dan σ yang masing masing menentukan lokasi dan bentuk Distribusi


2.    Kurvanya mempunyai puncak tunggal


3.    Rata-rata terletak di tengah distribusi dan distribusinya simetris di sekitar garis tegaklurus yang ditarik melalui rata-rata


4.    Total luas daerah di bawah kurva normal adala 1 (hal ini berlaku untuk seluruhdistribuso probabilitas kontinu


5.    Kedua ekor kurva memanjang tak berbatas dan pernah memotong sumbu horizontal


6.    Kurvanya berbentuk seperti lonceng atau genta


7.    Simpangan baku atau standar deviasi σ menentukan lebarnya kurva. Makin kecil σ bentuk kurva semakin runcing.



D. Sifat-sifat penting distribusi normal adalah sebagai berikut:

1. Grafiknya selalu berada di atas sumbu x

2. Bentuknya simetris pada x = µ

3. Mempunyai satu buah modus, yaitu pada x = µ

4. Luas grafiknya sama dengan satu unit persegi, dengan rincian

a. Kira-kira 68% luasnya berada di antara daerah µ – σ dan µ + σ

b. Kira-kira 95% luasnya berada di antara daerah µ – 2σ dan µ + 2σ

c. Kira-kira 99% luasnya berada di antara daerah µ – 3σ dan µ + 3σ

Membuat kurva normal umum bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.  Lihat saja rumus untuk mencari fungsi densitasnya (nilai pada sumbu Y) begitu rumit.  Oleh karena itu, orang tidak banyak menggunakannya.

Orang lebih banyak menggunakan DISTIBUSI NORMAL BAKU.  Kurva distribusi normal baku diperoleh dari distribusi normal umum dengan cara transformasi nilai x menjadi nilai z, dengan formula sbb: 

Kurva distribusi normal baku disajikan pada Gambar 2 berikut ini.


Gambar 2.  Kurva distribusi normal baku

Kurva distribusi normal baku lebih sederhana dibanding kurva normal umum.  Pada kurva distribusi normal baku, nilai µ = 0 dan nilai σ=1, sehingga terlihat lebih menyenangkan.  Namun, sifat-sifatnya persis sama dengan sifat-sifat distribusi normal umum.
Untuk keperluan praktis, para ahli statistika telah menyusun Tabel distribusi normal baku dan tabel tersebut dapat ditemukan hampir di semua buku teks Statistika.  Tabel distribusi normal bakui disebut juga dengan Tabel Z dan dapat digunakan untuk mencari peluang di bawah kurva normal secara umum, asal saja nilai µ dan σ diketahui. Sebagai catatan nilai µ dan σ dapat diganti masing-masing dengan nilai clip_image002 dan S.

E. Karakteristik Distribusi Normal
Suatu distribusi data dikatakan berdistribusi normal apabila data berdistribusi simetris, yaitu bila nilai rata-rata, median dan modus sama. Karakteristik distribusi normal antara lain:
1. Grafiknya akan selalu di atas sumbu datar x
2. Bentuk grafiknya simetris terhadap x = μ.
3. Mempunyai satu modus (unimodal)
4. Grafiknya mendekati (berasimptot) sumbu datar x
5. Luas daerah di bawah kurva adalah 1; ½ di sisi kanan nilai tengah dan ½ di sisi kiri.


F. Jenis-Jenis Distribusi Normal :
      o  Distribusi kurva normal dengan m sama dan s berbedao   Distribusi kurva normal dengan m berbeda dan s samao   Distribusi kurva normal dengan m dan s berbedao   Luas di Bawah Kurva dan Probabilitas
Sebuah kurva normal, sangat penting dalam menghitung peluang sebab daerah yang ada dalam kurva tersebut menunjukkan besarnya peluang. 
Dalam kajian statistika, luas daerah yang menunjukkan besarnya peluang itu disusun dalam sebuah daftar (tabel). Daftar (tabel) tersebut adalah daftar (tabel) distribusi normal baku (standar). 

P (x1 < x < x2 ) = probabilitas variable random x memiliki nilai antara x1dan x2
P(x1 < x < x2) = luas di bawah kurva normal antara x = x1 dan x = x2

Oleh karena perhitungan integral normal tersebut sulit, maka disusunlah daftar (tabel) nilai rapat probabilitas. Akan tetapi karena nilai rapat probabilitasnya tergantung pada μ dan σ maka sangatlah tidak mungkin  mentabelkan untuk semua nilai μ dan σ. 
Kurva DIstribusi Normal Standard

Seperti diketahui, distribusi normal baku (standar) adalah distribusi normal dengan mean μ = 0 dan standard deviasi σ = 1.

Transformasi 〖Z= 〗^((X- μ)/σ) memetakan distribusi normal

Menjadi distribusi normal baku (standar), sebab distribusi normal dengan variabel z ini memiliki mean = 0 dan standar deviasi = 1.

Transformasi ini juga mempertahankan luas di bawah kurvanya, artinya:

Luas dibawah kurva distribusi normal antara x1 dan x2 sama dengan Luas dibawah kurva distribusi normal standard antara z1 dan z2

〖z1= 〗^(((x1- μ))/σ)      Dan   〖z2=〗^(((x2- μ))/σ)

Sehingga cukup di buat tabel distribusi normal baku (standard)  kumulatif  saja.
Mencari Luas Di Bawah Kurva Normal

Untuk mempermudah dalam mencari luas di bawah kurva normal, perlu diperhatikan beberapa hal berikut :
Hitung luas z hingga dua desimal, misal z = 0,18
Gambarkan kurvanya
Letakkan harga z pada sumbu datar, lalu tarik garis vertikal hingga memotong kurva.
Luas daerah yang tertera dalam daftar adalah daerah antara garis vertikal yang ditarik dari titik harga z tadi dengan garis tegak di titik nol.
Dalam daftar distribusi normal baku, harga z pada kolom paling kiri hanya memuat satu desimal dan desimal kedua dicari pada baris paling atas.
Dari z kolom paling kiri, maju ke kanan dan dari z pada baris paling atas turun ke bawah, maka diperoleh bilangan yang merupakan daerah yang dicari (biasanya ditulis dalam empat desimal).

Karena luas seluruh kurva adalah satu satuan luas persegi, dan kurva simetris di titik 0, maka luas dari garis tegak pada titik nol ke kiri ataupun ke kanan adalah 0,5 satuan luas.

G. Kelebihan dan Kelemahan Distribusi Normal

Metode yang juga dikenal dengan sebutan forceddistribution ini mendapatkan namanya dari kenyataan bahwa para penilai yang terlibat memang “dipaksa” untuk mendistribusikan nilai karyawan ke dalam sejumlah kategori kinerja yang sudah ditetapkan persentase proporsinya. Biasanya, bentuk distribusi yang diterapkan adalah distribusi normal, dimana persentase yang setara kecilnya ditempatkan di kutub kanan (terbaik) dan kutub kiri (terburuk) sedangkan persentase yang lebih besar ditempatkan di bagian tengah — di antara kedua kutub tersebut.

Ø Kelebihan dari Distribusi Normal
1.  Mengurangi kemungkinan terjadinya bias penilaian.
Dengan memaksa penilai untuk mendistribusikan hasil penilaiannya.

2.  Meningkatkan objektivitas penilaian.
Karena harus memastikan penempatan setiap karyawan dalam suatu kategori, pada metode distribusi normal, para penilai perlu mengevaluasi semua karyawan berdasarkan kriteria yang sama.

3.  Memfasilitasi terjadinya komunikasi yang spontan dan terbuka antara atasan dan bawahan.
Metode ini menuntut para atasan untuk secara berkala memberikan umpan balik kepada anak buah mereka. Tanpa kesediaan untuk sering menyampaikan umpan balik secara spontan dan terbuka.

Ø Kelemahan dari Distribusi Normal
1.  Ketika diterapkan secara konsisten, metode distribusi normal justru membangkitkan tantangan baru yang menyulitkan.
Karena mengharuskan perusahaan untuk memecat  karyawan yang dinilai berkinerja paling rendah, setelah diimplementasikan selama beberapa tahun, metode ini justru semakin mempersulit upaya membedakan karyawan yang berkinerja memuaskan dengan karyawan yang berkinerja istimewa.

2.  Kategori yang digunakan tidak menunjukkan kinerja yang sebenarnya.
Pemaksaan nilai dan pengkategorian yang dipersyaratkan dalam metode distribusi normal membuat karyawan diberi nilai dan ditempatkan di kategori yang belum tentu sesuai dengan tingkat kinerja aktual mereka. Perusahaan yang berhasil mencapai target bisnisnya, misalnya, dimana semua karyawannya memang berprestasi bagus dan berhasil mencapai target mereka.

3.  Terlalu memaksakan perbandingan kinerja antar-jabatan dalam upaya mendapatkan peringkat kinerja seluruh karyawan.
Pertanyaannya adalah: Bagaimana Anda akan secara fair dan objektif membandingkan kinerja seorang kepala departemen dengan kinerja seorang petugas administrasi? Atau kinerja Kepala Departemen Pemasaran dengan Kepala Departemen SDM? pertanyaan ini jelas mengusik rasa keadilan para pengemban jabatan yang diperbandingkan.

Contoh Soal :
Sebuah perusahaan bola lampu pijar mengetahui bahwa umur lampunya (sebelum putus) terdistribusi secara normal dengan rata-rata umurnya 800 jam dan standar deviasinya 40 jam. Carilah probabilitas bahwa sebuah bolam produksinya akan:
a. Berumur antara 778 jam dan 834 jam
b. Berumur kurang dari750 jam atau lebih dari 900 jam

Penyelesaian :
Diketahui : μ=800 dan σ=40

a. Berumur antara  778 jam 843 jam

P(778 < x < 843)
x1 = 778 → z_1 = [x_(1- μ)/σ] = [(778-800)/40]  =  -0,55
x2 = 843 → z_2 = [x_(2- μ)/σ] = [(843-800)/40]  =  0,85
P (778 < x < 843) =  P( - 0,55 < z < 0,85)
= P(z < 0,85) – P(z < - 0.55)
= 0,3022 – 0,2088 = 0,0934

b. Berumur kurang dari 750 jam atau lebih dari 900 jam

P(x < 750 atau x > 900)
x1 = 750 → z1 = [x_(1- μ)/σ] = [(750-800)/40]  = -1,25
x2 = 900 → z2 = [z_(2- μ)/σ] = [(900-800)/40]  = 2,5
P(x < 750 atau > 900) =  P(z < - 1,25 ) + P (z > 2,5)
= P(z < -1,25) + 1 – P(z < 2,5)
= 1 + P(z < -1,25) – P(z < 2,5)
= 1 + 0,3944 – 0,4798  =  0,9146




Selasa, 04 Januari 2022

Normal Distributions & Standard Normal Distributions

Nama:Bayu cahyadi

Kelas: TK 19A

Npm:19316085

Pertemuan 9


 Geometric Distribution & Poisson Distribution

Geometric Distribution merupakan suatu discrete probability distribution yang memenuhi kriteria berikut:

Percobaan (trial) akan dilakukan berulang kali

sampai mendapatkan outcome success.

Setiap percobaan (trial) adalah independent

terhadap trials lainnya.

Memiliki nilai probability success (p) yang sama

untuk tiap trial.

Random variable x merepresentasikan banyaknya

trials yang dilakukan sampai mendapati kondisi success.

Geometric Distribution : Formula




Geometric Distribution 

Diketahui seorang pemain basket sejauh ini mencatat keberhasilan 75% dalam melakukan free throws. 

Berapa
probability pemain tersebut mendapatkan point free throw pertamanya pada
pelemparan ketiga atau keempat?

Contoh


Poisson Distribution

Poisson Distribution merupakan suatu discrete probability distribution yang memenuhi kriteria berikut:

Random variable x merepresentasikan banyaknya kemunculan suatu event dalam interval waktu tertentu.
Nilai probability untuk kemunculan event adalah sama untuk setiap interval.
Jumlah kemunculan event pada suatu interval adalah independent terhadap jumlah kemunculan event pada interval lainnya.

Poisson Distribution : Formula


Poisson Distribution : 

Diketahui rata-rata jumlah kasus kecelakaan lalu lintas per bulan yang terjadi di suatu ruas jalan toll adalah  3 kasus.


Berapa nilai probability untuk mendapatkan 4 kasus kecelakaan dalam satu bulan
tertentu pada ruas jalan toll tersebut?

contoh








Sabtu, 27 November 2021

Rangkuman Geometric Distribution & Poisson Distribution

  Tugas pertemuan 7

Nama  : Bayu cahyadi

Npm    : 19316085

Kelas   : Tk 19A

Matkul : Statistika Probabilitas

Rangkuman Geometric Distribution & Poisson Distribution

Geometric Distribution

Percobaan (trial) akan dilakukan berulang kali sampai mendapatkan outcome success.

·       Setiap percobaan (trial) adalah independent terhadap trials lainnya.

·       Memiliki nilai probability success (p) yang sama untuk tiap trial.

·   Random variable x merepresentasikan banyaknya trials yang dilakukan sampai mendapati kondisi success.

Geometric Distribution: Formula

Geometric Distribution: contoh

Diketahui seorang pemain basket sejauh ini mencatat keberhasilan 75% dalam melakukan free throws. Berapa probability pemain tersebut mendapatkan point free throw pertamanya pada pelemparan ketiga atau keempat?
Poisson Distribution

Poisson Distribution merupakan suatu discrete probability distribution yang memenuhi kriteria berikut:

·     Random variable x merepresentasikan banyaknya kemunculan suatu event dalam interval waktu             tertentu.

·        Nilai probability untuk kemunculan event adalah sama untuk setiap interval.

·    Jumlah kemunculan event pada suatu interval adalah independent terhadap jumlah kemunculan event     pada interval lainnya.

    Poisson Distribution: Formula
Poisson Distribution: contoh

Diketahui rata-rata jumlah kasus kecelakaan lalu lintas per bulan yang terjadi di suatu ruas jalan toll adalah 3 kasus. Berapa nilai probability untuk mendapatkan 4 kasus kecelakaan dalam satu bulan tertentu pada ruas jalan toll tersebut?







Jumat, 26 November 2021

Rangkuman Addition Rule Aturan Penjumlahan

  Tugas pertemuan 6

Nama  : Bayu cahyadi

Npm    : 19316085

Kelas   : Tk 19A

Matkul : Statistika Probabilitas

Rangkuman Addition Rule Aturan Penjumlahan

Mutually Exclusive Events

exclusive events bila A dan B tidak dapat muncul pada waktu yang bersamaan.










Kamis, 18 November 2021

Rangkuman Materi Addition Rule Aturan Penjumlahan

 Tugas pertemuan 5

Nama  : Bayu cahyadi

Npm    : 19316085

Kelas   : Tk 19 A

Matkul : Statistika Probabilitas

Rangkuman Materi Addition Rule Aturan Penjumlahan

Mutually Exclusive Events

Dua buah events A dan B adalah mutually exclusive events bila A dan B tidak dapat muncul pada waktu yang bersamaan.

Mutually Exclusive Events Contoh



The Addition Rule : Contoh 1

Berapa probability mendapatkan kartu 4 atau Ace pada pengambilan kartu secara acak dari tumpukan playing cards (52 kartu)?


The Addition Rule : Contoh 2

Berapa probability mendapatkan angka lebih kecil dari 3 atau mendapatkan angka ganjil dari pelemparan dadu enam sisi?


The Addition Rule : Contoh 3

Berdasarkan tabel omset penjualan (dalam rentang 3 tahun) berikut ini; berapakah probability untuk seorang sales person menghasilkan omset dengan rentang $75,000 s.d. $124,999 di bulan berikutnya?



The Addition Rule : Contoh 4



Rangkuman




Sekian dan terimakasih



Measure of Position dalam Statistik


Nama  : Bayu cahyadi


Npm    : 19316085


Kelas   : Tk 19 A


Rangkuman Measure of Position dalam Statistika


Measure of Position dapat didefinisikan sebagai suatu pengukuran nilai yang digunakan untuk menentukan posisi relatif dari suatu entri data (data point) pada dataset.


Quartile adalah nilai yang membagi suatu dataset terurut menjadi empat bagian yang sama. 


Terdapat tiga nilai quartile, yaitu: Q1, Q2, dan Q3.


Interquartile Range (IQR) adalah measure of Variation (pengukuran keberagaman/sebaran data) dengan menselisihkan nilai quartile ketiga dan quartile pertama.


IQR = Q₃ - Q₁


Deteksi Outlier


Entri data (data point) pada suatu dataset bisa dikategorikan sebagai outlier bila:


Lebih kecil dari Q1-1.5(IQR) 


Lebih besar dari Q3+1.5(IQR)


Deteksi Outlier dengan IQR: contoh



Box and Whisker Plot (Box Plot)




Box and Whisker Plot: contoh



Percentile (Persentil)

 

Percentile adalah nilai yang membagi suatu dataset

 

terurut menjadi 100 bagian yang sama.

 

 

Terdapat 99 nilai percentaile, yaitu: P1,

P2, …, P99

 

P25 menunjuk

     posisi yang sama dengan Q1

P50 menunjuk

     posisi yang sama dengan Q2

P75 menunjuk posisi yang sama

     dengan Q3




Standard Score (z-score)

 

Standard Score (z-score) merepresentasikan nilai

simpangan suatu entri data terhadap mean dari dataset yang diukur berdasarkan

standard deviation.

 

Nilai z-score bisa negatif, positif, atau nol.

 

Deteksi Outlier dengan Standard Score (Z-Score)


Standard Score (z-score): contoh



Sekian dan Terimakasih














 

Pertemuan Visualisasi Data dalam Statistika

 Nama  : Bayu cahyadi


 Npm     :19316085


 Kelas:TK 19 A




Stem and Leaf Plot [1/2]


Stem and Leaf Plot [2/2]


Dot Plot



Pie Chart




Bar Plot




Scatter Plot


Time Series Chart




Sekian dan terimakasih















Riview artikel tentang Block Cipher

 Nama:Bayu cahyadi   Npm 19316085 #permasalahan block cipher melakukan penelitian tentang perancangan  Kriptografi Block Cipher dalam sebuah...